8 Cara Agar Anak Tumbuh Bahagia

Bunda, pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tidak ingin si baby tumbuh dengan tidak bahagia dalam melewati masa keemasannya. Apa yang bisa orang tua lakukan agar anak melewati masa kecilnya dengan bahagia?

1. Jadilah Orang Tua yang Bahagia
Ya, Bunda dan pasangan perlu berkomitmen untuk berbahagia terlebih dulu. “Karena bahagia itu menular,” begitu menurut British Medical Journal. Ini merupakan pesan sederhana, yakni orang tua bertanggung jawab menjadi orangtua yang bahagia, lalu menunjukkan, serta menularkan gaya hidup yang bahagia tersebut kepada anak dalam hidup sehari-hari. Salah satu caranya, dengan melakukan hal yang menyenangkan dan sering tertawa bersama anak.

2. Tunjukkan Rasa Cinta
Tak ada formula tepat yang bisa disamakan kepada setiap anak, namun hal paling mendasar adalah orang tua yang menunjukkan cinta yang hangat kepada anak-anaknya, akan membuat rasa bahagia, nyaman dan aman bagi si kecil. Misalnya, Bunda selalu memilih menggunakan kata-kata positif setiap hari ketika berinteraksi dengan anak.

3. Tanamkan Sifat Optimis
Kenalkan dan ajarkan anak untuk selalu optimis serta mengajarkan anak melihat sisi baik dari tiap pengalaman yang tidak menyenangkan. Misalnya, saat tidak bisa bersepeda karena di luar sedang hujan. Sisi baiknya, Bunda dan si kecil jadi bisa menghabiskan waktu di dalam rumah. Misalnya, dengan belajar membuat kue kering bersama.

4. Ajari Anak Mengontrol Emosi
Kenalkan si tiga tahun mengenai macam-macam emosi, serta cara mengendalikannya. Misal, ketika ia sedang cemberut, karena tidak Bunda belikan mainan yang ia minta. Tanyakan, “Kenapa kamu cemberut, Nak? Kamu kesal karena Bunda tidak belikan mainan, ya?” Dengan demikian, anak belajar mengenal emosi yang sedang ia alami, serta penyebabnya. Kenalkan juga emosi lain, seperti senang maupun marah. Setelah mengenali emosi, ajarkan si kecil untuk bisa mengontrol emosi yang ia sedang alami. Misalnya, daripada marah dan merengek tanpa henti, ia mesti belajar bersabar untuk mendapatkan sesuatu yang sedang ia inginkan.

5. Terapkan Kedisiplinan
Menjadi bahagia bukan berarti bebas melakukan apa saja sebebas-bebasnya, tanpa batasan. Tanamkan juga kepada si kecil konsep disiplin. Kedisiplinan bukan hanya berkaitan dengan kehidupan yang sukses kelak, namun juga terhadap kebahagiaan. Balita yang mampu belajar mengontrol diri akan membantu ia mengatasi gangguan yang terjadi. Ia jadi tidak mudah terganggu dan menjadi pribadi yang bahagia.

6. Biarkan Mereka Bermain
Bermain sendiri maupun dengan teman sama menyenangkannya, serta kaya manfaat. Mengasah gerak motorik dan melatih empati merupakan hal lain. Untuk itu, biarkan si kecil bereksplorasi dengan mainan dan imajinasinya!

7. Jadikan Mereka ‘Sosialita’
Ajarkan si kecil bersosialisasi, meski ia tergolong tipe yang senang sendiri maupun pemalu. Dengan memiliki teman bermain, anak belajar banyak hal yang membuat hidup lebih berwarna, yang menjadi modal untuk merasa bahagia. Empati anak juga akan terasah. Misalnya, ketika temannya sedih, ia akan menghibur atau berbagi ketika teman tidak membawa bekal. Berikan
petunjuk praktis, misalnya dengan menyapa orang lain atau bergabung dengan teman yang sedang bermain.

8. Ciptakan Quality Time
Saat Bunda mengobrol dengan si kecil, Bunda jadi bisa tahu apa saja yang terjadi hari itu kepadanya, selama Bunda di kantor seharian ini. Dongeng yang menarik yang diceritakan oleh guru di sekolah, bermain permainan baru dan seru dengan teman, dan menu makan siang di sekolah yang enak, misalnya. Di tengah kesibukan pagi, BUnda tetap bisa mengajak ia bicara di meja makan, atau saat mengantar ia ke sekolah. Dan, hari si kecil akan semakin lengkap dan bermakna, jika malam hari ditutup dengan makan bersama, lalu mengantar ia tidur. Itu semua akan membuat si kecil merasa diperhatikan dan menumbuhkan perasaan bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *